Berbagi Membuat Kita Semakin Bersyukur

Head Pic PostGan

Halo gan, 

Berbagi membuat kita semakin bersyukur, karena sebagian besar orang di rentang umur 30an mungkin sudah menikah, punya rumah, ada mobil, punya anak, sedang meniti karir dan pencapaiannya lainnya yang bisa diucapkan dengan syukur 

Alhamdulillah…

Tapi sebagian kecil kita tidak memiliki bahkan satu hal tersebut, satu-satunya hal yang bisa disyukuri adalah bisa makan hari ini.

Maka dari itu PimGan mulai berbagi mulai dari kegelisahan orang lain,

Berbagi membuat kita semakin bersyukur, Dikutip PimGan dari poin tulisan seorang anonim di Quora, yang memiliki kegelisahan di usia 30 tahun. Ada 5 poin kegelisahan yang dia miliki yang dapat membuat kita semakin bersyukur atas apa yang sudah kita miliki saat ini.

  1. Di umur 30an belum memiliki pekerjaan tetap, kadang mengganggur.
Belum memiliki pekerjaan

Bahkan sebelum pandemi covid19, mencari pekerjaan sudah terbilang sulit. 

Kini mulai banyak perusahaan yang hanya bisa membayar sebagian kecil gaji karyawannya, bahkan sampai tutup, harus melakukan PHK karyawan. 

Atau ada yang tidak diberi gaji sedikitpun tapi masih bekerja, ini rasanya menyedihkan.

Bekerja tapi tidak digaji.

Mau usaha tidak ada modal, bahkan minim koneksi.

Bersyukurlah yang hari ini masih bisa makan, besok masih bisa makan, hari ini masih berstatus karyawan.

Tapi untuk teman PimGan yang ada di kondisi ini, jangan patah semangat.

Terus semangat kembangkan diri, selalu ada waktu untuk memperbaiki. 

Kalau kita kurang baik, maka jadi lebih baik esok hari

Kalau kita kurang belajar, maka belajar mulai hari ini

Kalau kita kurang teman, maka cari teman mulai hari ini

Mungkin kadang melelahkan, tapi semangat jangan pernah padam.

Mulai aktif di forum internet untuk belajar, jangan sungkan bertanya, 

kadang teman di forum bisa lebih baik dari teman yang sudah kita kenal lama.

  1. Telat lulus kuliah
Kuliah

Mungkin banyak yang menyayangkan membaca hal ini. Tapi setiap orang memiliki kondisi lingkungan hidup yang berbeda gan.

Buat sebagian orang kuliah sendiri adalah perjuangan.

Tak bisa dipungkiri kalau kuliah membutuhkan biaya yang besar, bahkan diluar biaya untuk membayar iuran semester.

Akibat dari telat lulus kuliah tak lain ketika mencari pekerjaan, dimana lebih banyak perusahaan yang mencari talenta muda dari mahasiswa yang baru lulus dan berusia muda.

Ketika sudah dirasa terlalu tua untuk lulusan kuliah baru, maka perusahaan hanya sedikit melirik cv-nya.

Buat teman PimGan yang masih kuliah, bersyukurlah, masih ada waktu untuk terus memperbaiki diri dan nilai kuliah.

Kalau sudah terjadi, kita bantu teman kita yang sedang kuliah, minimal jangan sampai semakin banyak orang yang merasakan derita dari telat lulus kuliah ini.

Jangan malu atas kesalahan yang kita lakukan, malulah ketika kita membiarkan orang lain jatuh ke dalam kesalahan yang sama dengan kita.

  1. Keluarga tidak mendukung (Keluarga Toxic)
keluarga toxic

Keluarga merupakan orang terdekat kita, tapi tidak semua orang memiliki kondisi keluarga yang sama.

Ada yang tentram, ada yang tidak, ada yang belum pernah merasakan kekeluargaan.

Beberapa merasa keluarga merupakan hal yang sangat menyakitkan untuk diingat.

Ada yang bekerja mati-matian hanya untuk menghidupi keluarganya, tapi yang orang diberikan hasil tersebut tidak menghargainya sama sekali.

Sedih, marah, kecewa, yang sulit diungkapkan.

Solusinya, terima kejadian pahit ini, dan ungkapkan walaupun banyak resikonya.

Dijauhi keluarga, dihina keluarga, bahkan sampai disakiti keluarga sendiri pun mungkin terjadi.

Tapi ya harus kita terima kondisi dan resiko nya sebelum terjadi kejadian yang lebih buruk.

  1. Belum mempunyai pasangan, Jomblo
Jomblo

Mempunyai pasangan akan sangat menyenangkan,

Namun dengan tiga hal diatas yang bertumpuk, mustahil untuk wanita yang mau mendekati, 

Atau kepercayaan diri untuk mendekati wanita pun hilang seketika saat menyadari apa yang dimiliki tidak mungkin untuk bisa membahagiakannya

  1. Depresi, Tidak berpikir untuk memperpanjang hidup
depresi

Dengan kondisi yang begini terus berulang kali kesedihan dan kekecewaan yang bertumpuk, terpikir untuk bunuh diri. Merasa sia-sia berjuang untuk hidup yang memenuhi kebutuhan dasar namun tetap dipersulit oleh orang disekitar.

Jika teman PimGan ada yang memiliki kondisi seperti ini tetap semangat.

Terus berjuang dan belajar.

Kehidupan merupakan tebing menuju kesuksesan.

Tidak ada tebing yang mudah didaki, 

Tujuan kita sama, kesuksesan diatas sana,

Mungkin masalah kita berbeda, tapi ingatlah beratnya mendaki sama saja.

Mari kita saling mendoakan agar setiap pembaca PimGan selalu sehat dan semakin sukses

Tetap di PimGan untuk terus belajar, see ya 🙂

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
admin

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *